Monday, 6 April 2015

Lukisan Rindu

sayang,
sketsa kepastian tanpa ragu
bermain dengan kehendak pikir
berangkai isi suasana hati
garis gemulaikan tarian titik
lengkung lagukan dimensi merdu

senandungkan irama warna
biru bercampur jingga
pancarkan sinar putih
hitam tegaskan rasa
tuangkan hijau kuning merah
karna gambar tak selalu berwarna

sayang,
tak pernah ada sisa coretan
semua kulukis tanpa kanvas
hanya awan tempat curahan
berbingkai angan di mimpi
lukisan hati..

Rindumu duhai Malam

>>
mengembara di kesunyian
rindukah pada HATI
rasa kini begitu dingin
menyentuh begitu angkuh
mungkin Getaran itu
telah dibawa cemburu Ombak
TAK rela dimiliki
atau keINDAHan itu
telah menetap di Samudera
TAK bisa kembali

Thursday, 2 April 2015

MalamMu

Takan pernah kering air mata
ketika slalu mengingatMu
gelisah hati tak menentu
takala merindukanMu

Tempatkan di daun tertinggi
pohon pengharapan
menggapai langit 

mencapai asa
cintaNya


menjaulah risau karena aku tak suka berteman denganmu
 <<<Jauhi risau dgn dzikruLLAH>>>

Malam Rembulan

malam tak bisa tidur:::: 

ku bentuk rembulan untuk lukisan malam agar rindu selalu menari 
tapi tetap aku akan membuat garis yang kan kutarik batasnya tepat di tengah 
antara rembulan dan malam
menjelajah hati dan hati 
menyayat meratapi suara angin dan tangan kulihat penuh luka

Wednesday, 1 April 2015

.............. .... jika.... awan dan gunung di selasela kabut putih masih merangkai padunya ceria burung2 menitiki langit dan mentari masih setia menghangatkan di antara hijau terasa ...itu karena aku masih diberi anugerah dan nafas untuk menikmatinya
pagi-pagi hujan kaya yang galau gitu kau tak sesempurna yang aku inginkan namun kau mampu menawan hati dan fikiranku satu tatapmu mengganti beribu katakata tatapan terakhirmu...puncak segala rindu bagaimana kubicara pada hati tentang akhir cinta dan kehilanganmu...
puisi sangat menyentuh saya kita lihat CATATAN HATI Oleh Ivane Wijaya Ada sesuatu yang terasa hampa saat langit langit semakin menua ada sesuatu yang terasa berbeda saat hujan hujan tertahan diantara mega Sendiri dan sepi, aku ingin berlari menelusuri mimpi yang tak kunjung menepi atau haruskah aku hanya berdiri disini mengeja bait pelangi yang hampir mati Di penghujung hari... Ketika senja berlalu dan pergi Ketika hati ini terhenti bernyanyi aku ingin kau kembali disini, sekali lagi...!!!! Ivane Wiejaya, September*